PUSATKARIER.COM - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merayakan hari jadinya yang ke-44 pada Kamis (6/3/2025) di Jakarta. Dalam acara tersebut, dibahas peran industri sawit dalam menyerap tenaga kerja dan dampaknya bagi perekonomian nasional.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengungkapkan bahwa sektor sawit menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat ini, sekitar 16,2 juta orang bergantung pada industri ini sebagai sumber penghidupan.
"Indonesia tengah menghadapi gelombang PHK di berbagai sektor," ujar Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dikutip dari laman GAPKI, Rabu (19/3).
Ia menilai bahwa kebijakan yang mendukung stabilitas industri sawit sangat diperlukan. Industri ini telah terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi yang sulit.
"Jangan sampai hal ini terjadi di industri sawit. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung stabilitas sektor ini sangat diperlukan," tambahnya.
Industri sawit memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor ini juga menjadi penyumbang utama devisa negara.
"Di tengah ketidakstabilan ekonomi global akibat perang dagang, industri sawit terbukti mampu menopang perekonomian nasional," kata Eddy.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa sawit, tumbuh positif sebesar 1,69% pada Triwulan III-2024. Angka ini menunjukkan bahwa sektor ini tetap berkembang meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Dari sisi ekspor, industri kelapa sawit juga berkontribusi besar terhadap perdagangan nasional. Hingga September 2024, ekspor lemak dan minyak nabati, termasuk minyak sawit, mencapai USD 14,43 miliar.
Dewan Pengarah GAPKI, Tun Rahmat Shah, mengingatkan bahwa industri sawit masih menghadapi berbagai tantangan. Produksi yang stagnan dan regulasi yang ketat menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga stabilitas tenaga kerja di sektor ini.
Industri sawit tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Ke depan, kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor ini dinilai akan berpengaruh pada kelangsungan jutaan tenaga kerja yang bergantung pada industri ini.***